Akhirnya kebimbangan masa pasca SMA berakhir. Masa-masa ngarit lahan ngebuka jalan menuju tempat baru untuk disinggahi selesai sudah. Final.
Ternyata bukan seperti harapan awal saya. Jalan yang gue buka sendiri gak berakhir di jalan Ganesha 10. Tapi, bahkan waktu melihat nama saya di koran kemarin untuk sekedar meyakinkan saya kalau yang terjadi bukan cuma mimpi yang kelewat nyata, saya gak bisa memungkiri kalau ini memang jalan yang harus saya lalui. Ini pilihan Tuhan buat saya, dan saya sebenernya tinggal menjalani sebaik-baiknya aja.
Dua hari yang lalu, ABG-ABG labil menunggu pengumuman SNMPTN mengakhiri kelabilannya (atau malah nambah?). Ada yang senyum-senyum kayak si Panji yang langsung jadi sasaran pukulan bantal gue sama Bela. Ada yang santai-santai aja kayak si Aryo yang taunya diterima di STEI ngekngok =,=. Ada yang senyum dan bilang "Kayaknya aku emang belum siap kuliah tahun ini deh..." Tapi sebenarnya, menurut saya, apapun hasil yang Tuhan kasih itu intinya buat menguji iman kita. Apakah kita berlapang dada? Apakah kita tidak lupa bersyukur?
Menilik dari tempat gue tinggal saat ini, temen-temen yang sayang sama gue (sayang kan, ya? :p), hari-hari menyenangkan ketika mau pergi keluar bareng mereka tinggal SMS dan beberapa jam kemudian saya udah ada di sekeliling mereka, ketawa-ketiwi gak ada beban, Bogor itu rasanya jauh banget. Kayak ke Kutub Utara. Saya disana bakal jadi orang asing di tempat asing dan merasa terasing.
Tapi kalau menilik dari mimpi-mimpi gue yang setinggi langit dan masih ketutup awan tebal yang perlu saya singkirkan untuk bisa menggenggamnya, Bogor itu seperti trampolin pertama untuk loncat ke trampolin berikutnya, dan kalau itu bisa bikin gue selangkah lebih dekat sama mimpi gue, saya siap mengarungi kota antah berantah bernama Bogor membawa semua ingatan pahit-manis tentang Bandung dan teman-teman terbaik dan tersayang. Dan arit. Saya masih harus membuka jalan. Kegalauan mencari tempat kuliah benar-benar mengubah perspektif gue tentang hidup. MUHAHA.
Akhir kata, saya akhiri post yang panjang ini.
Alhamdulillah wa syukurillah.
Ya, saya benar-benar siap. Terima kasih untuk ngasih saya kesempatan untuk membuktikannya, Tuhan :)
BIG smile and love you always, my beloved readers :)))
:') tampak seperti pidato =________=
18.7.10
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 RESPONSES:
Post a Comment